Senin, 14 September 2009

Jangan Menyerah Sebelum Habis Perpanjangan Waktu


Rencana yang matang dan hasil sementara yang diperoleh jangan membuat kita menjadi lemah tidak berdaya, apalagi sampai kepada sikap berputus asa terhadap kekuasaan Tuhan.Sebab, sesungguhnya hasil akhir tidak tergantung kepada rencana yang sistematis dan hasil sementara yang diraih, tetapi bagaimana mempergunakan waktu Inzuiri Time (perpanjangan waktu akhir-red) seperti layaknya sebuah pertandingan sepak bola.
Banyak contoh dan pengalaman yang dirasakan tokoh- tokoh dunia di dalam kehidupan karirnya, ada yang melanbung karirnya karena tetap berharap mampu mempergunakan masa inzuiri time dan ada pula yang kandas, karena merasa tidak percaya masa perpanjangan waktu bisa menentukan sebuah perubahan.
Ada teman saya yang ingin menjadi anggota KPU Sumut, jika diprediksi dari kekuatannya baik dari berbagai hal termasuk kedekatan dengan sang penentu kelulusan, maka dirinya dipastikan lulus menjadi salah satui anggota KPU. Tetapi, kenyataan berbicara lain, tanpa diperkirakannya kekuasaan Tuhan berbicara sebaliknya, sebab, karena patuhnya terhadap pimpinannya di dalam organisasi kepemudaan maka, dia berangkat mengisi pengajian di luar daerah, padahal esoknya dia harus mengikuti test and propertest. Menurutnya, setelah melakukan pengajian ke daerah dalam rangka mengkampanyekan ketua organisasinya untuk menjadi caleg pada pemilu 9 April 2009 yang lalu, dia bisa kembali ke Medan pukul 06.oo wib. Sementara acara tersebut akan dimulai dari jam 09.00 wib. Tetapi, rencana dan perkiraan tersebut meleset sedikit saja, sebab, ternyata dia tidak bisa sampai ke Medan sesuai jadwal, karena kondisi jalan menuju Kota Medan terjebak macet dan berlubang-lubang. Alhasil, dia sampai di lokasi ujian kompleks USU Medan pukul 09.15 wib, loby punya loby, ternyata dia tidak dibolehkan mengikuti ujian test and propertest tersebut, karena aturan menetapkan tidak boleh terlambat satu menitpun. Dengan hati yang remuk, dirinya harus menerima kekalahan yang dibuat menit- menit terakhir tersebut. Tetapi, ada pula yang sabar dan tabah di dalam menghadapi menit- menit terakhir, dimana dia tidak mau putus asa dengan kekuasaan Allah sebagai sang pengatur jagad raya ini. Sehingga kesuksesan diraih dan karirnya melambung tinggi. Cerita sukses itu dialami tim sepak bola Brazil pada piala dunia, dimana ketika itu bertanding dengan tim kuat dan diprediksi akan memenangkan pertandingan final tersebut. Sebab, tim mereka banyak kehilangan pemain karena cedera dan kena akumulasi kartu kuning, sehingga pasukan yang diturunkan adalah kebanyakan lapis dua. Tetapi karena semangat juang dan kebersamaan yang terbangun, maka tim samba Brazil berhasil keluar menjadi juara dunia karena sabar dan tabah memanfaatkan menit- menit terakhir, sehingga menciptakan gol penentu ke gawang lawan. Padahal, tim kuat tersebut melemah untuk menyerang karena diperkirakan akan menang jika diadu finalti. Tapi ternyata, apa yang dibayangkan tim kuat tidak terwujud karena lebih dahulu mereka dikalahkan menit- menit terakhir dan hasilnya Tim Brazil keluar sebagai pemenang. Beranjak dari pemaparan di atas, maka jangan sekali- kali putus asa dengan kekuasaan Allah sang pencipta, sebab, sebelum hasil akhir ditentukan, masih ada upaya terakhir yang akan merubah keadaan. Sebab, Allah itu maha kuasa atas segala sesuatunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar